Rabu, 23 Januari 2019


PENTINGNYA MENUMBUHKAN KREATIVITAS ANAK SEJAK USIA DINI
Oleh : Zahra Dina Fauziah.    

Tingkat pendidikan di mulai dari PAUD, TK,SD, SMP, SMA.  Masa - masa pembelajaran yang sangat penting adalah dari usia PAUD dan TK karena pada masa tersebut anak usia dini akan mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan, atau bisa dikatakan masa pertumbuhan dan perkembangan lompatan pada masa usia golden age atau pada masa usia emas. Di usia anak dini dimulai dari pembentukan karakter anak . Pengalaman - pengalaman anak usia dini sangat berpengaruh besar terhadap kreativitas anak, kemandirian anak dan perkembangan anak usia dini. Para orang tua dapat membentuk kreativitas anak dimulai sejak usia dini.

Suatu pendidikan anak usia dini ini adalah proses pembinaan atau tumbuh kembang anak dari mulai lahir sampai usia 6 tahun yang mencakup aspek fisik dan nonfisik. Melalui pendidikan anak usia dini, anak akan di berikan stimulasi untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak supaya anak memiliki kesiapan yang akan memasuki pendidikan selanjutnya. Cara-cara menumbuhkan kreativitas anak dapat melalui seni dan kerajinan hal ini adalah cara yang bisa dilakukan guru atau para orang tua untuk mengajarkan kreativitas pada anak, seperti; membuat mainan dari alat bekas, atau menggunting dengan membentuk sesuatu yang menarik.

Adanya peran mahasiswa KKM Uin Maulana Malik Ibrahim Malang Di desa Tlekung Kecamatan Junrejo selama satu bulan membantu mengajar di TK Al- Ikhlas disana terdapat banyak macam-macam kegiatan. Diantaranya seperti menumbuhkan kreativitas seperti membuat boneka dari kain flanel, membuat busa dari sabun menjadi bentuk belalai gajah, membuat bangun ruang dari kertas kemudian di tempel menjadi hiasan di jendela dan di kelas. Di sana juga mempunyai kegiatan yang jarang kita temukan di TK lainya seperti sebelum masuk ke kelas anak anak tersebut melakukan kegiatan sholat dhuha secara bersama sama, satu minggu 3 kali melakukan senam irama bersama. Setiap harinya TK Al ikhlas desa Tlekung Kecamatan Junrejo ini membuat seni kreativitas dari barang seadanya seperti membuat tulisan dari kertas origami dan dibentuk awan kemudian ditulis dengan nama-namanya sendiri seperti contoh di bawah ini. Disana juga terdapat kolam renang dan setiap satu minggu sekali anak di ajak bermain dengan belajar melalui berenang untuk melatih perkembangan fisik anak.



(dok. Pribadi kegiatan di RA 12 Al-ikhlas)


(dok. pribadi; foto bersama murid dan guru di RA 12 Al ikhlas)


Desa Tlekung: Lingkungan Bersih, Badan Sehat!

Desa Tlekung merupakan sebuah desa yang terletak di kecamatan Junrejo,   Batu. Desa ini merupakan salah satu desa yang memiliki banyak potensi wisata yang cukup menarik. Meskipun desa Tlekung merupakan desa denganpariwisata yang sedang berkembang, kebersihan di sekitar desa Tlekung sangatlah terjaga. Sangat  jarang  ditemui  sampah  berserakan  di sepanjang  jalan  desa. Setiap  pagi sampah di tong sampah setiap rumah warga diambil oleh petugas kebersihan desa, kemudian sampah yang telah terkumpul akan di bawa ke TPA (Tempat Pemrosesan  Akhir) dan diolah. Ini merupakan salah satu faktor terciptanya masyarakat yang sehat, bersih dan terhindar dari penyakit.

 Di desa Tlekung terdapat fasilitas kesehatan yang sangat lengkap, seperti polindes, RS Baptis, posyandu dan terdapat pula bidan desa. Polindes Tlekung berada tepat di samping balai desa dan buka setiap hari senin-sabtu pada jam tertentu. Di desa Tlekung juga terdapat rumah sakit, yakni rumah sakit Baptis. Lokasi rumah sakit ini cukup dekat dari perkampungan warga. Rumah sakit Baptis merupakan salah satu rumah sakit terbesar dan terlengkap di kotaBatu, sehingga warga Tlekung mudah mendapatkan akses kesehatan yang lengkap. Di desa Tlekung  yang  terbagi menjadi 4 dusun ini, setiap bulannya diadakan Posyandu. Terdapat satu Posyandu  di setiap dusun yang beroperasi di waktu yang berbeda setiap bulannya. Setiap posyandu terbagi menjadi 2 bagian yaitu posyandu balita dan posyandu lansia. Selain itu tedapat juga praktek bidan dan dokter gigi yang terletak di perkampungan warga. Fasilitas-fasilitas kesehatan ini tentunya sudah sangat menunjang bagi kesehatan warga desa Tlekung.

Fasilitas polindes Tlekung



Rumah sakit Baptis yang terletak di desa Tlekung.

Sistem pengairan di desa Tlekung pun telah sangat memadai. Seluruh desa Tlekung mengandalkan sumber air  yang  disalurkan melalui kran air dirumah masing-masing warga. Hanya saja pada saat hujan,air menjadi kecoklatan dan harus di endapkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Namun, persediaan  air bersih di desa Tlekung tidak perlu dikhawatirkan karena sudah sangat memadai.

Warga desa Tlekung termasuk masyarakat yang telah memahami kesehatan dan  kebersihan lingkungan, dapat dilihat dari fasilitas MCK didesa ini. Setiap rumah telah memiliki fasilitas MCK yang memadai sendiri-sendiri. Maka dapat disimpulkan bahwa lingkungan desa Tlekung termasuk lingkungan yang bersih dan sehat.




Kamis, 03 Januari 2019

Desa Tlekung, Batu

DESA TLEKUNG,  BATU




Legenda Desa

Dari informasi para sesepuh desa bahwa pada tahun 1814 dari situlah awal mula terbukanya sebuah hutan dari dahulunya hanya dibuat sebagai tempat mengasah ketangkasan dan keperkasaan kerajaan Singgasari untuk menghadapi musuh musuhnya dan yang mana sampai saat itu kegiatan tersebut dilanjutkan prajurit TNI sebagai basik latihan untuk menggembleng prajurit tentaranya.
Pada itu pula sebuah hutan yang terdiri dari banyak bukit- bukit mulai dibabat oleh nenek moyang yaitu Putri Larmini untuk membuat jalan dari arah Gading Kulon sampai Desa Seruk dan dengan arah yang berbelok belok  (banyak tikungan) yang disebut Desa Tlekung oleh Putri Larmini dan sampai saat ini di abadikan sebagai jalan Larmini yang berada di Dusun Gangsiran di Desa Tlekung.
Menurut sumber yang kami dapat bahwa nenek moyang Desa Tlekung sejumlah 4 (empat) orang keturunan dari Solo yang mana tiga ( 3 ) orang membuka Desa Tlekung dan yang satu ( 1 ) menuju arah selatan dan membuka Desa Princi atau yang sekarang terkenal dengan nama Gading Kulon Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

Tiga nenek moyang ini selama kurang lebih dari sepuluh tahun baru bisa menata areal persawahan dan pengairannya.



Adapun cerita masing masing Dusun yang ada di Desa Tlekung:

1. Dusun Krajan Tlekung, Tlekung adalah merupakan sebuah artikulasi kata dengan maksud  jalan yang berbentuk jalan berkelak kelok atau belok belok ( mlekang mlekung ) maka   leluhur menyebutnya dengan nama Desa Tlekung.

2. Dusun Gangsiran ledok , pada jaman dahulu lebih dikenal dengan nama Dusun Kali Ampo, Gangsiran Ledok diambil dari bukit yang menghalangi antara Dusun Krajan Tlekung dan Dusun Gangsiran dipotong atau ( digali sebagai jalan penghubung yang letaknya di sebelah  makam/ kramat )dan akhirnya nenek moyang menyebut dengan nama Gangsiran Ledok.

3. Dusun Gangsiran Putuk, Gangsiran Putuk sebuah kampung kecil yang berada di atas bukit maka nenek moyang pada jaman itu menyebutnya dengan nama Gangsiran Puthuk.

Desa Tlekung, Batu

DESA TLEKUNG,  BATU Legenda Desa Dari informasi para sesepuh desa bahwa pada tahun 1814 dari situlah awal mula terbukanya sebuah ...

Desa Tlekung, Batu